Tadrib : Manage Proses atau Manage Hasil ?

Tadrib : Manage Proses atau Manage Hasil ?

“Dan bersabda Allah pada malaikatNya bahwa akan menjadikan Khalifah di bumi…” Sabda Allah dalam surah Al Baqarah. Ayat tersebut hampirlah bahkan sangat familiar di telinga umat muslim atau bahkan ditelinga umat manusia. Tak lain, ayat tersebut menjelaskan momen dimana Allah hendak menjadikan khalifah (pemimpin) di bumi. Yang menjadi daya tarik adalah Khalifah tersebut adalah umat manusia. Sangat relevan dengan ayat “bahwa Allah menjadikan manusia sebaik baik nya ciptaan”, inilah kuasa Allah antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling keterkaitan.

Adapun, Khalifah dalam ayat tersebut adalah manager atau pemimpin yang bakal mengolah bumi dan memanfaatkan bumi. Berbicara manage atau mengolah, saya jadi teringat dawuh dawuh (pesan pesan) guru, kyai saya. Begini, beliau beliau selalu mengatakan bahwa hasil tak pernah menghianati proses, ada lagi yang berpesan, ikhtiar lah, urusan hasil adalah urusan Allah, ada juga yang ngendikan (bersabda) hasil adalah kehendak Allah, Proses adalah hak manusia beserta Allah. Dari semua dawuh guru saya, saya mencoba menelan dengan pelan nasihat terakhir Hasil adalah kehendak Allah, Sedangkan proses adalah hak manusia beserta Allah”.Nasihat tersebut seolah olah memberi keyakinan bahwa Allah tak hanya mengurus hasil melainkan juga menemani bahkan mengiringi dalam setiap proses manusia, Allah tidak semata mata menunggu manusia sampai pada tahap hasil, melainkan Allah menjadi pengiring dan Maha Menunjukkan dalam setiap langkah proses manusia. Inilah betapa pentingnya Bismillah diawal sebuah proses (pada artikel sebelum nya).

Pun dengan nasihat tersebut, saya pribadi menjadi sangat yakin bahwa memang tugas manusia ini sebenarnya adalah mengolah proses sebaik mungkin (dalam artian berusaha), tidak berlebihan dalam berangan angan hasilnya atau kinerjanya akhir seperti apa. Ada nasihat yang indah, sangat indah “Kita hidup di dunia ini sebenarnya untuk mati, bukan untuk surga dan neraka, dua perkara tersebut adalah urusan Allah”. Pesan pesan guru saya tersebut jutru menjadikan keyakinan bahwa proses lebih penting dibanding berangan angan dan berlebihan memikirkan hasil akhir. Dalam buku yang “Menulis yang Mentaqwakan”, ada salah satu istilah yang disebut dengan Tadrib. Tadrib adalah mengatur hasil.

Tadrib. Dalam sebuah perjalanan hidup, kita (saya dan anda) sering dihadapkan pada tuntutan keinginan, dengan kebutuhan, atau bahkan dikejar oleh kewajiban. Semua hal tadi tidak lain disandingkan dengan harapan dan kenyatan, atau pasti tidak lain tentang proses dan hasil. Kenyataanya, kita sering berangan angan, mengira, bahkan menjadi wakil Allah, sebagai pengatur hasil. Pernyataan tersebut bukan berarti memberikan larangan untuk me manage segalanya dengan baik, jelas saya pun tak berhak melarang. Yang saya maksud adalah membatasi diri untuk tidak berlebihan dengan perkara hasil. Biarlah kita semangat, kita kreatif, inovatif dalam setiap proses, nikmatilah dan syukurilah setiap kemudahan atau kesulitan proses, Allah menjamin kebaikan pada hasil akhirnya. Bukankah setiap keputusan Allah adalah sebaik baik nya keputusan walaupun menjadi hal yang kurang enak bagi kita (manusia) ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s