Istimewa

” BISMI “KUFAH vs BASROH

BISMI KUFAH VS basroh

بسم الله الرحمن الرحيم

: بسم

Kufah : tina masdar sulasi mujarod bab ka dua misal wau, lafad wasama wasama yasimu wasman teras buang wauna elatna tawasulan lihamjil wasli jadi sin sukun man, teras datangan hamjah wasol anu dikasrohkn elatna alharfu sakin ida hurika hurika bilkasri jadi isman teras datangan ba jadi bi ismin teras buang hamjahna elatna liana hamjatal wasli tasbutu filibtida wataskutu fidarji
Karena saenyana hamjah wasol eta sok tumiba di mimiti sok ragrag dina nalika kadempet jadi bismin teras buang tanwina sabab rek idopat jadi bismi
Basroh : tina masdar sulasi mujarod bab ka hiji nakis wau samawa kulantaran wau diharkatan tumiba sbda fathah tkeurkn kana alifjadi samaa, samaa yasmu samwan, tras pindahkn harkat wau kana mim elatna wau hrap elat dibarisan sedengkn same2hna mim hrap soheh di sukunkn jadi saman wau sukun teras buang wau na sabab iltikousakinen antara tanwin sareng wau buang wauna sabab wau harap elat, elatna liana hadpa harfa ilatin afdolu min hadfi harfi sohihin hartosna karena saenyana ngabuang haraf ilat eta leuwih utama tinimang ngabuang haraf soheh jadi saman teras sukunkeun sina elatna , jadi sin sukun man ,teras datangan hamjah wasol anu dikasrohkn elatna alharfu sakin ida hurika hurika bilkasri jadi isman teras datangan ba jadi bi ismin teras buang hamjahna elatna liana hamjatal wasli tasbutu filibtida wataskutu fidarji

pangna sok dikawitan U-alifu /abtadiu sblm Bismillahirrohmanirrohiim ngaos awal kitab
Kan mutaalak ba harap jar asliah, ari mutaalak tiasa isim tiasa fiil, ism & fiilna tiasa khos tiasa am, khos & am na tiasa muqodam tiasa muakhor

Iklan
Istimewa

HAQIIQOTU AL-BISMILLAH

Hakikat BISMILLAH
HAQIIQOTU AL-BISMILLAH TA’RIF ‘ALA USHULIL MA’RIFAT WA AL TAUHID BILLAH

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahi wahdahu laa syariikalahu washshalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillaaahi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa man wa laahu laahawla wa laa quwwata illaa billaahi. Asyhadu al laa ilaaha illallahu allaahu wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluhu ammaa ba’du. “Faqaalasysyakhus siraajul ‘aarifu qad allaftu kitaaban almusamma bi ushuulil ma’rifati wat tawhiidi wa ja’altuhaa abwaaban albaabul awwali fii bayaani tafsiimil bismillaahi ay ‘ilmal bismillaahi wasirra ahruu fihaa liannahaa ibtidaau kulliamrin waghayatuhaa wa ibtidaau kulli kitaabin minal qur aanil kariimi ilaghayrihaa.”

Artinya :

“Didalam kitab Ushulul Ma’rifat ini disebut juga sebagai kitab Ushulut Tauhid. Dan kitab ini terdiri dari beberapa bab/pasal (pembagian). Dan disalah satu babnya menerangkan tentang Lafadz Bismillah,yaitu menerangkan tentang makna isi dari Bismillah dan menerangkan makna tiap-tiap huruf dari lafadz Bismillah. Karena sesungguhnya kalimat Bismillah merupakan awal dari memulainya semua perkara dan menjadi semua kunci perkara.Dan juga menjadi awal dari semua kitab, yaitu kitab Al-Qur’an dan kitab yang lainnya.”

Jadi kalau kalian mau mengetahui sejatinya Allah SWT, maka harus mengetahui makna/isi kandungan dari lafadz Bismillah.

– Kalau kalian ingin mengetahui seisi alam, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui isinya hakekat ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui isi bunganya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui buahnya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui pedomannya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah.
– Kalau kalian ingin mengetahui tentang banyaknya ilmu, maka harus mengetahui isinya Bismillah
– Kalau kalian ingin mengetahui ilmunya sholat,maka harus mengetahui isinya Bismillah

Segala permasalahan secara lahir maupun batin semuanya sudah terkumpul didalam kalimat Bismillah.  Sebagai permulaan baik pria maupun wanita hendaknya wajib memahami kandungan isi lafadz Bismillah. Kalau kalian sampai tidak mengetahui makna Bismillah, kelak bisa menjadi kafir.

Sesungguhnya mata dan hati manusia dipenuhi angan-angan. Oleh karena itu banyak manusia yang belum bisa mencapai tahapan ma’rifat billah secara sempurna, walaupun mereka terlihat taat, alim dan rajin beribadah serta mempunyai seribu guru dan seribu kitab atau sudah mempunyai banyak murid dan juga bisa berjalan diatas air tanpa perahu,bisa menembus dan mengelilingi bumi bisa terbang diatas awan dan tidak terbakar oleh panasnya api, bisa menghilang dari penglihatan orang lain,dan ibadahnya lebih khusyuk serta mudah memenuhi kebutuhan hidup sesuai kemauannya, tetapi anehnya orang-orang tersebut tidak mengetahui kandungan isi lafadz Bismillah, maka orang tersebut disebut kafir ‘Indallah.

Walaupun orang itu turunan dari Kyai atau Wali, tapi tidak mengetahui isinya Bismillah,maka orang tersebut masih tetap kafir ‘ibdallah, dan islamnya masih ‘Indannas.

Kalau kita sudah mengetahui dan bisa memahami serta merealisasikan isinya Bismillah dan isi hurupnya dari lafadz Bismillah . Meskipun orang tersebut turunan Jawa atau turunan Cina atau turunan Barat atau turunan Dayak,  Raksasa/Jin, maka orang tersebut sudah Islam ‘Indallah.
Oleh karena itu apabila kalian ingin menjadi seorang Islam ‘Indallah, maka harus mengerti dulu arti dan kandungan isinya Bismillah.

Makanya kalian harus mengerti berkumpulnya antara jasad, roh, rasa Allah yang mendalam itu seperti bercampurnya pria dan wanita.  Kalau tidak tahu, nanti tidak syah semua amal ibadahnya dan tobatnya pun tidak diterima oleh Allah SWT.

Kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim dirangkum menjadi BISMILLAH,dirangkum lagi menjadi BISMI

Didalam kitab ini yang dijelaskan tentang rangkuman BISMI, yaitu huruf ALIF, BA, SIN dan MIM.

1. MENERANGKAN HURUF ALIF

Huruf Alif didalam lafadz Bismillah sebenarnya Alif Ahadiyah. Dan disebut juga Alif dzatul wahid.  Alif sebagai tanda adanya alam Ahadiyah, yaitu tanda adanya dzat sejati. Dan sebagai bukti nyata hanya ada Allah semata tidak ada yang lainnya. Yang mempunyai Cahaya Kehidupan. Yaitu Hidup yang Menghidupi yang disebut Banyu Nur Alif (Air Cahaya Alif) atau disebut juga dengan Banyu sejati (Air Sejati) atau Ratu Ning Banyu (Penguasa Air).

Dan juga dinamakan Allah Yang Hidup atau Satu Rupa Yang merupakan tempat Menyatunya antara Hidup dan Mati. Didalam alam ini masih berupa wujud mahdhi/wujud dzat sejati/wujud tunggal, hidup tunggal, rasa tunggal, belum ada yang lainnya dan disebut LA TA’YUN, yaitu Dzat yang wujud dengan sendirinya tanpa ada yang mewujudkan,hidup sendiri tanpa ada yang menghidupkan.

Dalilnya terdapat didalam kitab suci Al Qur’anul Karim , “Qul huwallahu ahad” artinya “Katakanlah Wahai Muhammad kepada seluruh umat,kalau sebenarnya Allah SWT adalah dzat tunggal, rasa tunggal/Esa yang menjadikan alam dunia dan seisinya .

2. MENERANGKAN HURUF BA’

Huruf Ba didalam lafadz Bismillah menunjukkan adanya alam Wahdah. Adanya alam wahdah menunjukkan sifat sejati. Dan disebut Sejatinya Muhammad. atau Hakekat Muhammadiyah. Dan juga disebut nyatanya Dzatullah, adanya sejati Nurullah, dan disebut sejatinya Nur Muhammad, dan nyata kenyataannya Allah yang telah menjadikan seluruh alam dunia.

Jadi harus mengertilah bahwa Alif didalam lafadz Bismillah adalah yang menjadikan semua hidup dan semua ruh. Sedangkan huruf Ba’ yang menjadikan wujud nyata semua alam. Oleh karena itu hidupnya semua alam dunia dikarenakan adanya Alif (Bathin) dan Ba (Dhohir) didalam lafadz Bismillah. Karena itu Alif dan Ba didalam lafadz bismillah itulah yang menjadi BAPAK dan IBU seluruh Alam dunia. Dan Alif lafadz Bismillah itu disebut Nurullah sedangkan Ba lafadz Bismillah itu disebut sejatinya Nur Muhammad .Kemudian Nurullah dan Nur Muhammad menyatu menjadi satu kesatuan yang tak terpisah sehingga tidak dapat lagi dibedakan.

Didalam kehidupan nyata berkumpulnya Nurullah dan Nur Muhammad disebut sebagai kumpulnya antara pria sejati dan wanita sejati yang disebut sebagai Nur Ma’an.

Dalilnya ada didalam kitab suci Al-Qu’anul Karim : “Nuurun ‘ala nuurin yahdillaahu linuurihi man yasyaau yakhribullaahul amtsaala linnaasi wallaahu bikulli syaiun ‘aliim.”

Dengan adanya Nur tersebut, sebenarnya Allah SWT ingin memberitahukan kepada semua makhluk ciptaan-Nya dan agar manusia mengetahui bahwa sebenarnya DIA maha mengetahui terhadap semua ciptaan-Nya.

3. MENERANGKAN HURUF SIN

Huruf Sin didalam lafadz Bismillah itu menunjukkan adanya alam wahidiyat, yaitu adanya ilmu yang tiga dan Asma yang tiga pula.

Yang disebut dengan ilmu yang tiga adalah :
– Ahadiyat,
– Wahdat,
– Wahidiyat.

Dan yang disebut Asma yang tiga adalah :
– Allah,
– Muhammad
– Adam.

Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat Sejati, Muhammad adalah Sifat Sejati, dan Adam adalah Asma Sejati, yaitu nyatanya Rasul.

Rasul adalah Nur yang hidup dari Nurullah yaitu nyatanya Adam.
Dan Adam yang menjadi Bapaknya semua manusia dibumi ini

4. MENERANGKAN HURUF MIM

Huruf Mim didalam lafadz Bismillah menunjukkan adanya Roh Idhafi. Dan Roh Idhafi menyatakan adanya manusia sejati, dan menunjukkan adanya af’al sejati.Rangkaian Huruf Sin dan Mim menunjukkan adanya Alam Arwah ,Alam Misal, Alam Ajsam dan Alam Insan Kamil, yaitu nyatanya Asma Allah yang merupakan asma dzat mutlak. Nyatanya Muhammad adalah sebagai pengganti dzat yang nyata. Sehingga sejatinya Allah adalah Dzat nyata yang diwujudkan didalam Muhammad. Dan disebut dhohirnya Muhammad tetapi Hakekatnya ALLAH atau Nyatanya Allah Ta’ala. Nyatanya Muhammad yaitu nyatanya Alam Ajsam yaitu nyatanya asma rasul dan rupanya Adam Idlafi yang menjadi badan dan nyawa / Rasa Tunggal. Dan bagi yang mengetahui arti dua kalimat syahadat berarti sudah mengerti sejatinya Allah dan mengerti sejatinya Muhammad, mengerti sejatinya dhahir dan mengerti sejatinya batin, yaitu dhohirnya nabi batin-nya wali, dzhohir-nya Muhammad batin-nya Allah.

Dan disebut jasad Muhammad hidupnya adalah Allah. Dan yang sudah mengerti sejatinya badan dan mengerti sejatinya hidup, yaitu nyata sejatinya bapak dan ibu.

Sifat Jalal itu Nurullah yaitu lanang (Pria) sejati dan sifat Jamal itu Nur Muhammad yaitu wadon (Wanita) sejati. Sifat Jalal itu kuasa mengeluarkan besi. Sifat Jamal itu kuasa mengeluarkan batu.

Bercampurnya besi dan batu menjadi api. Ibaratnya api itu adalah bercampurnya raga dan hidup/jasad dan ruh. Dan tidak akan ada anak kalau tidak ada ibu dan bapak. Dan tidak akan ada Wahidiyat kalau tidak ada Ahadiyat dan Wahdat.

Jadi Ahadiyat melahirkan Wahdat, Wahdat melahirkan Wahidiyat, Wahidiyat melahirkan semua alam yang lainnya. Ahadiyat maqamnya dzat Wahdat maqamnya sifat Wahidiyat maqamnya asma semua yang ada di alam maqamnya Af’al dan tidak mungkin ada af’al bila tidak ada asma. Tidak ada asma kalau tidak ada sifat, sebab semua af’al,  Asma, Sifat adalah hakekatnya Dzat.

Jadi apabila hamba sudah bisa fana’ Dzat dan fana’ Sifat serta fana’ Af’al, akan bisa Kamal. Kalau sudah bisa Kamal akan bisa Qohar, yaitu keadaan dhohir dan batin sudah bisa kumpul menjadi satu.

Source : Kitab Ushulul Ma’rifat

Istimewa

4 kiat usaha sukses

4 Kiat Pengusaha Sukses dari Sandiago Uno
Jangan pernah pusing dengan urusan ekonomi. Meski harga kebutuhan pokok semakin melangit, selalu ada solusi yang bisa senantiasa diupayakan oleh masih-masing kita sebagai individu. Ialah wirausaha. Menapaki jalan yang pernah dilalui oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan digaransi sebagai 9 dari 10 pintu rezeki.

Beriwarusaha memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada ilmunya. Dan salah satu kiat yang bisa ditempuh adalah menapaki jejak yang sudah terbukti keberhasilannya. Di antara banyak kiat itu, Sandiago Uno yang namanya tenar di negeri ini membeberkan kepada kita 4 kiat menjadi pengusaha sukses.

1 Kerja Keras

Jangan menyerah. Jangan lemah. Jangan malas. Usahakan yang terbaik, sesuai dengan potensi yang Allah Ta’ala berikan kepada kita. Kerja keras bukan kerja ala keledai. Kerja keras itu semangat. Mencoba berbagai cara. Senantiasa belajar. Berguru kepada siapa pun. Dan bersungguh-sungguh dalam mengamalkan apa yang diketahui.

Termasuk dalam kerja keras adalah berlaku disiplin, membagi waktu, dan tidak menzalimi diri dan keluarga.

2 Kerja Cerdas

Sebagai pelaku wirausaha, kerja keras tidaklah cukup. Harus cerdas. Bertindak efisien, menemukan berbagai jenis terobosan, mempelajari penemuan-penemuan terbaru, meramu dari banyak pengalaman di lapangan, dan menguasai teknologi sebagai sebuah tuntutan zaman.

3 Kerja Tuntas

Banyak sekali calon wirausahawan saat mengikuti sebuah sesi training motivasi. Ada ribuan. Di forum itu, mereka sangat tergugah untuk berubah. Sayangnya, tidak lama setelah itu, mereka kembali loyo. Dalam perjalanannya, sangat sedikit di antara mereka yang benar-benar tuntas dalam menyelesaikan misi dan mewujudkan mimpinya.

Seorang wirausahawan, tutur Sandiago Uno, jangan malas atau cepat bosan, foskuslah dan selesaikan pekerjaan sesegera mungkin.

4 Kerja Ikhlas

Inilah puncaknya. Banyak pengusaha yang gagal, kata Sandiago, karena berhenti di langkah kedua. Padahal, yang keempat ini merupakan kunci dari ketiga langkah sebelumnya. Bekerja secara ikhlas merupakan jaminan bahwa seorang pengusaha akan mendapatkan apa yang diimpikannya.

“Kita,” tutur sandiago Uno “kadang sudah bekerja (dengan prinsip) satu, dua, dan tiga, tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain. Ingat, orang yang sukses itu jatuhnya 12 kali, tapi bangkitnya 13 kali.”

Wallahu a’lam

Istimewa

Pribadi Solutif

Pribadi Solutif

Tersebutlah kisah dua tikus dan dua kurcaci. Misi kedua jenis makhluk ini sama; mendapatkan keju yang ditempatkan di sebuah rumah. Dengan gegas, sang tikus berusaha mencari banyak jalan untuk mendapatkannya. Sedangkan dua kurcaci bersantai ria sambil menikmati waktu dengan aktivitas yang tak jelas.
Dalam benak dua kurcaci itu, tikus yang kecil itu tak mungkin mengalahkannya. Lagi pula, dia memiliki organ tubuh yang lebih lengkap. Sehingga, dalam hitungan bodohnya; keju itu pasti menjadi miliknya.
Atas kegigihannya, dua tkus itu berhasil sampai di tempat penyimpanan keju lebih awal. Namun, keju itu sudah tidak ada di tempatnya. Rupanya, sang pemilik rumah telah memindahkannya ke tempat lain. Tak butuh waktu yang lama, dua tikus itu pun langsung bergegas mencarinya dengan mengandalkan instingnya.
Tak lama kemudian, dua kurcaci pun dikagetkan dengan hilangnya keju. Aneh. Demikian anggapan dua kurcaci itu. Maka, keduanya berdebat. Yang satu menyalahkan lainnya, sembari menuduh bahwa dialah pihak yang menyebabkan mereka kehilangan keju sebab mengajaknya bersantai ria. Maka kurcaci yang disalahkan pun tidak mau menerima tuduhan itu. Terus seperti itu, keduanya masih berdebat dalam waktu yang lama, tanpa mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Disadari atau tidak, kelakuan kebanyakan kita tak beda dengan sikap dua kurcaci itu. Kita lebih sibuk meratapi masalah, saling menyalahkan, hobi menuding dan melemparkan masalah, dan aneka tindakan buruk lainnya.

Alhasil, waktu, potensi, dan sumber daya yang kita miliki habis untuk berdebat. Padahal, jika semua yang kita miliki dimanfaatkan untuk mencari solusi, hasilnya jauh lebih baik dan tepat.

Karenanya, belajarlah dari dua tikus. Mereka tidak sibuk berdebat. Saat mengetahui keju incarannya hilang, mereka bergegas mencari jalan lain. Mereka berpikir berbagai kemungkinan, dan mengambil langkah yang tepat.

Demikianlah cara berpikir solutif. Maka, jangan berpikir kenapa bermasalah, kemudian berhenti. Namun, berpikirlah bagaimana; bagaimana bisa terjadi, bagaimana solusinya, bagaimana jika solusi itu tidak berhasil, dan sebagainya.

Jika pribadi-pribadi solutif ini ada di berbagai lini kehidupan, yakinlah satu hal; diri, keluarga, masyarakat, dan negara kita akan keluar dari kemelut masalah menuju kehidupan penuh solusi. Sebab, Allah Ta’ala tidak berikan beban, kecuali sesuai dengan kemampuan yang kita miliki

Khutbah jum’at 22-3-19 Innalillahi….

Khutbah jum’at 22-3-19 Innalillahi
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
 وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
 أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
 وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القيامةِ
.( اَمَّا بَعْدُ ) فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ.
  اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ :فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِينَ
Hadirin kaum muslimin wayahdikumulloh…
Rojab eta sasih melak,Ramadlan sasih menuai ( panen),saha anu teu melak binih dibulan Rajab diragukeun menuai amis na Ramadlan.
Di alam dunya disarupakeun seperti ker tandur, waktu panen na ke di akherat ,kmh hayang panen nu alus sambungkeun kana tema khutbah ayeuna sing bisa ngamana’an tema:
” Inna lillahi wainna illaihi roj’iun”
Aya paribasa kieu
Mulih ka Jati Mulang Ka asal
Ulah Lali ka Purwadaksina
Sakabeh Jalma kudu ngalewatan MANDALA KASUNGKA PALAWANGAN SUWARGALOKA.
Naon atuh hartina mulih ka jati mulang ka asal teh ??
Upami Mulih ka dzati, Dzati anu dimaksad eta Dzatulloh, hartosna urang Mulih ka DzatNa, sanes ka Asmaulloh, sanes ka Sifatulloh, mulih sanes ka Af’alullloh. Urang ti Alam Dunya ieu bade Mulih teh sanes ka Surga sanes ka Naraka, tapi Mulih ka Dzatulloh.
Anapon ari Surga mah (Kani’matan /Kasenangan /Mamanis) – Naraka (Kasangsaraan /Kasusahan /Papait) tegesna eta kalebet Af’alulloh, ayeuna oge kasaksi-karasa hasilna, kasorang-kapidamel-kalampah, di ojayan Surga jeung Naraka teh beurang jeung peuting.
Sugan aya anu nyebatkeun “Mulih ka Jannah/Surga,
, tah upami aya anu palay lebet ka Surga dibaturan ku 40 bidadari saparantosna PUPUS ngalalakon di Alam Dunya, hartosna miharep Mulih ka Af’alulloh keneh, sanes Mulih ka Dzati (Dzatulloh). Pangharepan anu kieu, teu keuna kana kecap dalil “Innaa Lillahi Wainnaa Ilaihi Roojiuun”.
Anu kumaha atuh Mulih ka Dzati teeeh…??.
, daaa geuningan buktos ari Jasad /Waruga /jasmani nana mah di kubur, dibalikeun deui ka jero Kandungan (Bumi), taaaah palih dieu namina disebat Ibu Pertiwi,
Ti tungtung sausap rambutna dugi ka handap sausap dampalna (Waruga) mah dipulangkeun deui waeeee kana Kandungannana (Bumi) da eta tempat pangbalikan anu Sajati pikeun Jasmanina jasad urang.
Hadirin kaum muslimin wayahdikumulloh…
Mulih deui kana pertarosan…anu mana atuuuh anu  Mulih ka Dzatulloh naaaa, apan sadayana oge Af’alulloh (Padamelan Alloh)???.
Urang udag tina katerangan Padamelan Alloh (Af’alulloh) waktos nyiptakeun MALAIKAT, JIN, ADAM. Ieu ASAL dadamelanNana :
MALAIKAT didamel ku Alloh tina–>Cahaya
JIN/Iblis didamel ku Alloh tina–>Seuneu
ADAM didamel ku Alloh tina –>Taneuh (Lumpur hideung dibere bentuk saterasna stna…)
QS.Al-Hijr, Ayat 29:
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِينَ
Mangka lamun Alloh atos nyampurnakeun kajadian na,sarta atos niup kana jerona ruh (ciptaan)-Alloh,mangka tunduklah anjeun pikeun kaanjeunNa kalawan kudu sumujud.
Saterasna..Ruh ditiupkan langsung, dari Ruh-KU (Min-Ruuhiii)
Ari RUH didamel ku Alloh tina –>???
QS.Al-Isro:85.
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ
 ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى
 وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Artinya :
“Jeung maranehanana naros ka  anjeun ngeunaan perkawis roh.
Katakanlah: “Roh eta kaasup amri (parentah /utusan /urusan) Pangeran-abdi ,
 sarta teu pisan-pisan anjeun dibere kauninga (tetang roh) malah mung sakedik kana terangna”
Taaaaaah geuning kapendak, nyata geuning RUH dina jero ADAM /Jasad /Waruga / JELEMA teh Amri /Parentah /Utusan /Urusan Alloh..
RUH diparentah /diutus ku Alloh kucara ditiupkeun tina Ruh anjeunNa (Ruhulloh) ka Jero Waruga /Jasmani, dimana Jasmani ieu anu asalna tina KANDUNGAN BUMI.
Janten anu  Mulih /atawa Pulih ka Dzatulloh teeeh, tegesna RUH anu langsung Urusan /Utusan Alloh.
Anu kumaha atuh Mulih ka Dzat teeeh???,
nyaeta ka Dzat Laisa Kamitslihi Syaiun (Dzat anu teu bisa disarupakeun jeung sagala rupa).
Kumaha supaya kapaham ..?.
Walerannana mah, kumaha ari rupana rasa panas..???,
Kumaha ari rupana rasa amis???,
Rupana “Rasa” Panas jeung
Rupana “Rasa” Amisna wae urang teu apal, tapi nyata kasungsi jeung karasa ayana “Rasa” anu teu aya “Rupa-na”.
Tuluy pikiran ku urang dina mangsa urang keur dijero kandungan indung, ceuk beja ti indung, sok usik-sok malik, aya soca teu ningal, aya cepil teu rungu, aya baham tapi teu aya ucapna, aya irung teu ungsa-angseu….,
usik sausikna-malik samalikna.
Tah kitu geuning cek beja (Elmu tina Kandungan) anu disebat ASALna urang memeh lahir ka Alam Dunya.
Janten upami Mulang ka ASAL teh, model keur dina kandungan indung, hartosna :
= Panon kantun buleudna, euweuh Paningalna, asalna oge teu Ningal
= Ceuli kantun Rebingna, euweuh Pangdanguna, asalna oge teu Rungu
= Irung kantung Molongona, euweuh Pangangseuna, asalna oge teu Angseu
= Baham kantun balemna, euweuh Pangucapna , asalna oge teu Ucap.
Dst…
Kamana atuh anu sok Popolototna?
Kamana atuh anu sok Sadenge-dengena?
Kamana atuh anu sok Saangseu-angseuna?
Kamana atuh anu sok Sesentak-Gogorowokannana?
Kamana atuh anu sok Tatajongna?
Kamana atuh anu sok Teuteunggeulna?
Sasatna Waruga /Jasmani-na geus jadi Babatang, jadi Rokrak, jadi dibungkus ku boeh, Usik di Usikeun, Malik di Malikeun kunu Ngurebkeun.
NYATA geuniiiiing SAJATIna anu Ningal teh sanes Panon buncelik, SAJATIna anu Denge/ngarungu teh sanes Ceuli rebing, SAJATIna Ucap/Pangucap teh sanes Baham calawak,
SAJATIna anu Ngangseu teh sanes Irung molongo,
SAJATIna Hirup teh sanes Waruga/Jasmani….
PRAK geura diajar ngarak-rak samemeh jadi rokrak, geura Wanohan anu SAJATIna dina Diri, prak geura Ningal teu kalayan Panon, Dangu teu kalayan Cepil, Ngucap teu kalayan Baham, Lempang teu kalayan Suku…jst, elmu /kawanoh /kanyaho kana perkara anu SAJATIna ieu disebut Elmu SAJATI pibekeleun Mulih ka JATI kalayan Elmuna.
kitu oge upami Lulus dina migawena,ibadah dibungkus dieusi ku akhlak ka alloh na jeung ka makluk na saluyu sareng AsalNa Anu Maha Suci. katarima hasilna, Sampurna dina PanampiannaNa.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ka Dua:
اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ.
 اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ.
 وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله
 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
 وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ
وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. امين يارب العالمين
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ
وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا.
 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ
 وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ